Home » Artikel » MENANTI PERUBAHAN

MENANTI PERUBAHAN

metamorfosis-1-300x225Waktu tetap berjalan dan berlalu, orang boleh datang dan pergi, nasib bisa berubah, tetapi satu yang menjadi keinginan bersama adalah menaruh harapan menanti perubahan. Saya maksudkan adalah semua orang mengharapkan yang lebih baik, lebih maju, lebih aman, lebih sejahtera, lebih adil dan lain-lain. Semua orang berharap hal-hal tersebut kalau bisa dapat terwujud bukan sekedar harapan kosong. Harapan tersebut secara ideal memang bagus tetapi secara pragmatis perlu waktu dan perlu adanya agen-agen perubahan. Karena, apa artinya kita menaruh harapan ideal tersebut, tanpa ada figur atau sosok yang bisa melakukan perubahan itu ? Dan sosok figur yang dimaksud bukan hanya sekedar cerdas, tetapi bersih, berani, jujur dan komitmen pada kebenaran. Sosok-sosok figur seperti ini memang ada di tengah-tengah masyarakat, hanya keberadaan mereka tidak banyak yang tahu atau karena manusia tipe ini memang sedikit sekali. Kepada mereka ini masyrakat menaruh harapan untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Karena sepertinya masyarakat sekarang sebagian besar yang telah menjadi korban dalam sebuah peradaban yang tidak manusiawi. Sehingga satu-satunya adalah menaruh harapan untuk mendapatkan perubahan dengan berbagai dampak positifnya untuk kehidupan mereka. Ini adalah keinginan yang sangat mendasar dan manusiawi untuk menjadi renungan pada tokoh-tokoh kunci untuk sebuah perubahan. Dan ini sudah tidak boleh lagi dianggap sepele atau remeh bagi mereka yang memasang iklan siap dipilih menjadi agen perubahan itu sendiri. Karena harapan untuk perubahan ini sesungguhnya ada kemauan bersama dan sudah menjadi kebutuhan publik. Sehingga kalau terus dianggap remeh, maka bukan mustahil masyarakat akan marah dan main hakim sendiri-sendiri dan dikuatirkan adalah timbulnya kekuatan massa atau people power. Kalau ini yang terjadi, kita bisa bayangkan bagaimana runyamnya kehidupan publik dan pasti harga (cost) yang dibayarkan sangat mahal.

Memang ada teori yang mengatakan bahwa keadaan yang lebih baik tidak akan terjadi kalau tidak ada gerakan untuk perubahan. Dan perubahan untuk lebih baik pasti sangat mahal harganya, dan perubahan tersebut harus dimulai dengan people power (kekuatan rakyat). Kebenaran teori ini pernah terjadi dibeberapa negara di dunia ini, seperti di Philiphina oleh Cory Aquino, di Venezuela oleh Hugo Savez dan Amien Rais dkk di Indonesia. Sayangnya di Indonesia sesudah tumbang rezim Soeharto keadaannya pun tidak lebih baik, malah bertambah parah. Sampai-sampai ada stiker dimana-mana yang bergambar mantan Presiden Soeharto dengan tulisan : “Piye kabare Le, penak jamanku toh?”. Kalimat ini seperti menggambarkan bahwa Pak Harto di alam Barzah sana sedang prihatin, bahkan marah dengan keadaan bangsa Indonesia sekarang ini. Dan seandainya dia hidup lagi, maka banyak elit yang kena marah oleh beliau, bukan tidak mungkin, tokoh-tokoh yang berperan menumbangkan beliau itu dituduh sebagai pengkhianat, karena hanya bisa ngucap dan ngecap tapi tidak bisa membuktikan.

Di Indonesia untuk sebuah gerakan perubahan yang lebih baik tidak perlu people power karena hanya menambah daftar panjang penderitaan rakyat dan protes pemulihannyapun belum tentu lebih baik. Lagi pula people power di zaman modern ini dimana masyarakatnya relatif cerdas itu sudah tidak relevan lagi. Dan hemat saya adu jotos itu cirinya masyarakat under develop countries, bukan develop countries. Pada masyarakat develop countries, itu adu pemikiran dan adu argumentasi kendatipun butuh waktu yang cukup lama.

Yang jelas gerakan perubahan itu harus dilakukan, karena tidak mungkin ada perbaikan dan perubahan nasib bangsa kalau kita tidak memulainya. Ini sesuai dengan firman Allah “……sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-sekali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (QS. Ar-Ra’du : 11). Semoga kita bisa merubah nasib bangsa sendiri dengan melakukan gerakan perubahan. Dan masyarakat kita sekarang sedang menaruh perhatian untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Insya Allah.

Artikel

No Comments to “MENANTI PERUBAHAN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*