Home » Artikel » KITA HARUS IRI

KITA HARUS IRI

iri hati yang positif dan bolehKita tidak pernah akan maju dan berkembang kalau tidak pernah iri melihat kemajuan dan perkembangan orang,  maupun negara lain. Iri yang saya maksudkan itu adalah bagaimana bermimpi besar dengan upaya besar pula untuk mengejar ketertinggalan dari kemajuan yang dicapai oleh orang lain/bangsa lain. Inilah arti ber fastabiq al khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam Islam untuk meraih kemajuan, keunggulan yang berkeadaban. Iri seperti ini merupakan satu kewajiban bagi kita semua, karena di dalamnya tertanam spirit untuk maju dalam arti kemajuan yang bermartabat. Sehingga iri negatif, pesimis bahkan hanya sakit hati melihat kemajuan yang dicapai orang atau bangsa lain itulah budaya jahilliyah di zaman modern yang harus kita tinggalkan. Karena iri ini akan membuat kita semakin tertinggal, bahkan semakin tidak beradab dalam merespon setiap kebaikan yang dicapai oleh orang maupun megara lain. Artinya semangat iri positif, konstruktif harus menjadi inspirasi sekaligus kita lebih maju dan beradab sesuai dengan tuntunan agama ini harus menjadi perilaku dan watak perjuangan kita. Tanpa itu, kita pasti tidak diperhitungkan orang lain maupun bangsa lain di dunia ini, dan pada gilirannya nanti kita akan diperlakukan sebagai manusia kelas murahan. Mereka akan mempermainkan kita seperti bola di tengah lapangan, ditendang kesana kemari, dibuang kesana kemari hanya untuk merebut kemenangan karena kepentingan mereka.

Oleh karena itu, keberanian untuk merubah, merombak dan membangun sesuatu yang positif, konstruktif harus kita lakukan. Karena hanya dengan ini kita bisa diperhitungkan orang maupun negara lain bahkan akan menjadi kekuatan penentu. Dan bukan mustahil kita bisa menjadi panutan bagi sesama yang ingin manju dan berkembang seperti yang kita capai itu.

Adapun merubah keadaan dari statis menuju dinamis, tidak beradab menjadi beradab, terbelakang menjadi maju memang bukan pekerjaan yang mudah tetapi kita harus berani melakukan itu. Sebab akan lebih parah lagi keadaan suatu masyarakat maupun negara yang tidak menghargai perubahan untuk maju. Bahkan boleh jadi orang atau negara itu akan mengalami kebangkrutan serius dalam berbagai hal. Disinilah kita harus iri dan selanjutnya harus bangkit mengejar ketertinggalan kita untuk meraih kemajuan, keunggulan yang berkeadaban. Kalimat kuncinya adalah menggali potensi diri dan mengembangkannya secara optimal untuk meraih sukses. Perhatikan firman Allah : “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah mata hati yang ada di dalam dada” (QS. Al-Hajj : 46). Jadi petunjuk ayat tersebut sesungguhnya untuk membangunkan kembali hati/perasaan peka dan responsif yang melahirkan karya-karya inovatif secara konkrit untuk kemajuan manusia. Atau dengan pengertian lain manusia harus pandai memanfaatkan potensi diri secara cerdas dan bertanggung jawab untuk meraih sukses. Dalam porsi inilah yang saya maksudkan kita harus iri, harus dan harus iri. Semoga kita bisa dan harus berani iri, dan harus berani menguburkan sedalam-dalamnya penyakit sakit hati yang melihat kemajuan orang lain saja tanpa berbuat untuk maju.

Artikel

No Comments to “KITA HARUS IRI”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*