Home » Artikel » AJRUN DAN UJRAH

AJRUN DAN UJRAH

Dasar-Zakat-Penghasilan-447x330Ajrun (pahala) dan Ujrah (pendapatan), kedua-duanya ini menjadi pilar utama bagi manusia untuk meraih selamat dunia dan akhirat. Namun keduanya bisa hilang tidak berbekas sama sekali jika manusia salah mengelolanya. Kita butuh Ajrun karena untuk keselamatan  kita di kampung akhirat demikian pula kita pun  butuh ujrah untuk menopang kehidupan di dunia. Jadi kedua-duanya saling terkait untuk keselamatan manusia dunia akhirat. Tetapi realitanya tidak selalu menunjukkan demikian. Ada orang mementingkan ajrun, meremehkan ujrah. Dan ada pula  yang hanya mau dengan ujrah saja tanpa memerlukan ajrun. Orang yang hanya mementingkan ajrun mengabaikan ujrah itu biasanya malas, tidak mau berusaha atau bekerja seadanya. Akbatnya kebutuhan mereka menjadi tertatih-tatih. Demikian juga  orang yang mementingkan ujrah, mengabaikan ajrun, biasanya sibuk dengan urusan dunia dan melupakan urusan ukhrawi. Yang  betul  adalah terkumpulnya ajrun dan ujrah pada diri seseorang sehingga bisa melaksanakan kehidupan di dunia secara baik untuk kepentingan akhirat.

Kita bisa mendeteksi bahwa seseorang dapat memperoleh ajrun dari apa yang diperbuat,   sederhana rumusnya. Yaitu berniat ikhlas  untuk melakukan pekerjaan mulia dengan cara yang terpuji, maka selain memperoleh ujrah juga mendapat ajrun dalam setiap aktivitasnya. Tetapi perlu disadari bahwa ajrun itu bisa hilang kalau ada syirik didalamnya. Perhatikan firman Allah “Dan sesungguhnya telah di wahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu” jika kamu mempersekutukan Tuhan niscaya akan hapuslah amalmu dan tentunya kamu termasuk orang – orang yang merugi” ( QS. Az-Zumar : 65).

Ayat  ini menjelaskan bahwa syirik atau orang musyrik amal kebaikan mereka  akan terhapus pahalanya (ajrun), bahkan karena syirik pula menjadi kelompok orang-orang merugi. Jadi ajrun itu akan tetap kita peroleh  selama iman kita murni hanya kepada Allah semata tidak sedikitpun terkontaminasi dengan syirik. Nah pertanyaannya adalah apakah hanya orang-orang yang penyembah berhala saja yang musyrik? Sudah tentu tidak hanya mereka, tetapi  orang yang menyembah  pada hawa nafsunya juga termasuk orang musyrik. Isyarat ini dapat kita jumpai  di dalam Al Qur’an  surah (Al-Jatsijah ayat : 23).  Di ayat itu Allah  menyebut hawa nafsu  sebagai biang kemusyrikan sehingga Allah  menyesatkan mereka dengan ilmunya  atau boleh jadi  kemusyrikan tu karena mempertuhankan  ilmu pengetahuan  dan teknologi, juga kekuasaan dan kekayaan atas perbudakan hawa nafsu.

Oleh karenanya menjadi sia-sia semua ujrah yang kita peroleh hanya karena ada penyakit  yang berbahaya yaitu ”syirik”. Dan bukan mustahil ujrah  itu bisa membakar diri kita baik  dalam arti kiasan, maupun sesungguhnya, padahal ujrah itu bisa membawa kepada ajrun. Disinilah pentingnya kita beriman  yang benar tanpa  syirik, beribadah yang shahih sesuai dengan  tuntunan Rasul, dan berakhlak karimah sesuai dengan petunjuk Islam. Insyaallah kita selamat  dunia akhirat dalam arti yang sesungguhnya.

Kita masih mempunyai banyak kesempatan membuat ujrah menjadi ajrun, yaitu beramal  shalih dalam bentuk infaq , sedekah dan memfasilitasi semua kegiatan  ibadah ritual maupun sosial. Persoalan seriusnya adalah  kita mau atau tidak mengajrunkan ujrah itu , atau mengujrahkan ajrun. Jadi ujrah dan ajrun itu bagaikan jasad dengan ruh, jangan boleh terpisah salah satunya dalam kehidupan kita karena keduanya sangat bermakna  bagi kehidupan kita. Karenanya memisahkan  salah satu diantara keduanya berarti membuat hidup ini semakin tidak memiliki makna, alias sia-sia, Sehingga hidup kita hanya bisa menjadi beban  terhadap sesama bahkan juga mengorbankan  orang banyak, tanpa bisa bermanfaat untuk mereka. Disinilah penting sekali ajrun dan ujrah buat kita, dan hanya dengan itu kita pasti menikmati  kehidupan yang baik dunia akhirat. Allah berfirman : “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan  amal shalih, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya” ( QS. At-Tin : 6). Semoga kita bisa !

Artikel

No Comments to “AJRUN DAN UJRAH”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*