Monthly Archives: March 2014

MENANTI KEADILAN

28 March 2014

keadilanSemua manusia boleh berbicara, dan bertindak apa saja, tetapi itu semuanya akan diminta pertanggungan jawabnya oleh Yang Maha Kuasa. Sehingga mempertaruhkan hidup diatas kebebasan tanpa batas, sesungguhnya itu merupakan  satu jalan memperberat  tanggung jawab. Karena koridor yang  telah ditetapi  untuk mengukur bicara, dan tingkah laku yang sudah terabaikan. Maka konsekuensi logis dari itu semuanya adalah  menambah beban penderitaan  dalam mempertanggungjawabkannya.

Memang memilih yang baik (hasanah) dari yang buruk (sayyiat), dari yang benar (haq) dengan salah (bathil) itu bukan merupakan  persoalan yang mudah seperti membalik telapak tangan. Perlu waktu proses dan hasil yang  menyita banyak energi  baik material maupun spiritual,  yang ini terkadang tidak dipahami  oleh kebanyakan orang. Sehingga yang  datang adalah hujatan, caci maki, penghinaan dan fitnah atas perilaku seseorang yang  belum tentu  bersalah. Sehingga dalam perspektif hukum, lebih baik membebaskan seribu orang yang  bersalah  daripada menghukum satu orang yang   tidak bersalah, artinya jangan pernah  menimpahkan  sangsi pada orang yang tak bersalah, tetapi kalau memaafkan orang yang bersalah itu  lebih baik. Persoalan kemudian adalah munculnya anggapan bahwa seakan-akan  publik mentolerir kejahatan  yang dalam banyak hal sangat berbahaya. (more…)

MEMBACA PEMIKIRAN ORANG

27 March 2014

mindconnectionMembaca pemikiran orang lain memang sesuatu yang tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya.  Apalagi berkaitan dengan manusia sebagai makhluk yang sosial yang selalu dekat dengan kita. Dan untuk membaca itu semua  kita tidak perlu belajar ilmu  paranormal atau tukang ramal. Sebab ilmu-ilmu ini boleh jadi membuat kita memperoleh peluang  sebagai orang-orang sesat dalam perjalanan hidup.

Kita meyakini, bahwa  penampakan perilaku orang dalam bentuk nyata pada saat dia merespon berbagai dinamika kehidupannya, itulah dia . Maksud saya bahwa realitas perilaku  yang diperlihatkan itu pada prinsipnya wujud dari  perintah pemikirannya. Jadi tidak terlalu sulit  membaca pemikiran orang lain melalui perilakunya, untuk sedikit lebih mengerti siapa dia. Contoh sederhananya : bahwa orang yang suka memberi perilakunya beda dengan  orang  kikir. Biasanya orang yang suka memberi itu  raut mukanya memantulkan  kasih sayang pada sesama karena idialitas  dirinya telah menyatu dengan kemanusiaan sesama. Berbeda dengan orang kikir, tampak pada wajah mereka  penuh mencurigai  setiap orang datang  atau bertemu dengan dia. (more…)

AKROBAT POLITIK

24 March 2014

Kepentingan-Elit-PolitikPolitik meraih kekuasaan untuk kepentingan Negara yang didalamnya masyarakat merasakan ada keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran serta perlindungan itu adalah sesuatu yang mulia. Politik seperti disebut dengan politik Adiluhung menghormati segala hak-hak rakyat dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Model politik seperti inilah yang kita butuhkan di Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Akan tetapi mencermati politik kita sekarang ini, rasanya masih jauh dari harapan, masih memerlukan waktu dan perjuangan yang serius dari kita semuanya. Disebut demikian karena, politik kita sekarang sedang berhadapan dengan “akrobat politik”. Oleh Wikipedia, akrobat politik dikatakan sebagai : pernyataan yang dikeluarkan hari ini bisa bertentangan dengan pernyataan beberapa saat kemudian. Disamping itu juga akrobat politik disebut sebagai kader politik yang menyebrang ke partai lain.

Memiliki dua makna akrobat politik dalam wikipedia tersebut sebenarnya bisa difahami, bahwa di dalam politik itu ada kepentingan yang ingin mendominasi. Karenanya terjadi akrobat politik yang inkonsisten alias mencla-mencle dalam pernyataan mereka sebagai politisi atau dengan istilah bahasa jawa : “isuk tempe, sore kedelai, malam menjes”. (more…)

MUBAZZIR

19 March 2014

images (16)Manusia memang makhluk yang serba misteri, dalam kemisteriannya itu ia mempunyai perilaku yang aneh-aneh. Perilaku aneh itu dikatakan sebagai sikap atau perbuatan yang tidak masuk akal, diluar dari pertimbangan nalar yang sehat dan hati nurani, serta diluar dari koridor agama. Akibatnya ia terseret atau memang sengaja melakukan aktivitas yang menimbulkan dosa dan permusuhan sesama. Dan bukan tidak mungkin orang-orang seperti ini bisa dikatakan telah masuk dalam perangkap setan.

Mubazzir adalah orang-orang yang melakukan pemborosan diluar dari koridor agama, karena mereka telah dikuasai oleh hawa nafsu dan syaitan yang terdiri dari jin dan manusia. Dengan demikian para mubazir merupakan personal-personal dalam lingkaran setan yang siap mempengaruhi siapa saja dimana saja dan apa saja untuk memperbanyak komunitas mereka (sebagai kawan-kawan setan). Oleh Allah SWT mereka orang-orang yang melakukan pemborosan (mubazzir) itu disebut sebagai teman-temannya setan. Hal ini sesuai dengan firmanNya “Dan berikanlah pada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS. Al-Isra : 26-27). (more…)

HANYA TAMPIL BEDA ?

18 March 2014

differentKita sama-sama manusia selain memiliki kesamaan juga mempunyi perbedaan masing-masing. Itu merupakan kudrat dan tidak boleh diingkari. Atau dengan pengertian lain, kudrat seperti itu perlu disyukuri adanya. Hanya saja ketika kita mensyukuri perbedaan, ada-ada pula godaan untuk menjadikan perbedan sebagai permusuhan, sehingga menutup hati kita untuk menerima kebenaran. Dan perbedaan yang menyulut api permusuhan ini terus berjalan hingga hari ini, mungkin juga akan datang. Pada hal seperti ini telah merobek-robek keutuhan kekuatan kita sehingga membuat permusuhan laten yang melumpuhkan peran kolektif kita.

Suka atau tidak peran kolektif yang terlumpuhkan ini telah menurunkan, bahkan membuat tidak laku daya tawar kita pada kekuatan lain. Kenyataan seperti ini telah menjadi tontonan murahan dalam keseharian kita, sehingga kekuatan lain pun dengan seenaknya mempermainkan kita. (more…)

USTADZ, JUGA DUKUN ?

18 March 2014

images (15)Kata Ustadz dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan dengan “Guru” (yang diguguh dan ditiru). Di Mesir kata Ustadz menjadi panggilan seorang Profesor. Jadi kata Ustadz itu mulia, dan menjadi mulia pula orang-orang yang dipanggil Ustadz. Masyarakat pada umumnya menghargai Ustadz itu lebih dari gelar-gelar selainnya. Karena pada masyarakat tradisional, maupun modern ustadz itu sama dengan Kyai. Masyarakat memberi penghormatan lebih karena para Ustadz/Kyai menyandang predikat sebagai pemimpin spiritual. Dengan tugas mulia sebagai penyuluh umat ke jalan yang benar, tentu nama Ustadz memiliki kualifikasi tersendiri dalam stratifikasi sosial. Karenanya masyarakatpun memandang para Ustadz itu sebagai dokter spiritual yang bisa menyembuhkan penyakit rohani. Dari sinilah mereka berbondong-bondong mencari penyembuhan alternatif, selain ke dokter, dukun juga para ustadz. Maksud mereka ke Ustadz itu lebih baik, yaitu mohon agar didoakan dan dibekali sejumlah bacaan doa dan dzikir supaya bisa memperoleh kesembuhan. Awalnya mereka konsultasi pada para Ustadz, dan meninggalkan amplop dan angpao yang lain. (more…)

AJRUN DAN UJRAH

17 March 2014

Dasar-Zakat-Penghasilan-447x330Ajrun (pahala) dan Ujrah (pendapatan), kedua-duanya ini menjadi pilar utama bagi manusia untuk meraih selamat dunia dan akhirat. Namun keduanya bisa hilang tidak berbekas sama sekali jika manusia salah mengelolanya. Kita butuh Ajrun karena untuk keselamatan  kita di kampung akhirat demikian pula kita pun  butuh ujrah untuk menopang kehidupan di dunia. Jadi kedua-duanya saling terkait untuk keselamatan manusia dunia akhirat. Tetapi realitanya tidak selalu menunjukkan demikian. Ada orang mementingkan ajrun, meremehkan ujrah. Dan ada pula  yang hanya mau dengan ujrah saja tanpa memerlukan ajrun. Orang yang hanya mementingkan ajrun mengabaikan ujrah itu biasanya malas, tidak mau berusaha atau bekerja seadanya. Akbatnya kebutuhan mereka menjadi tertatih-tatih. Demikian juga  orang yang mementingkan ujrah, mengabaikan ajrun, biasanya sibuk dengan urusan dunia dan melupakan urusan ukhrawi. Yang  betul  adalah terkumpulnya ajrun dan ujrah pada diri seseorang sehingga bisa melaksanakan kehidupan di dunia secara baik untuk kepentingan akhirat. (more…)

BUKAN RAHASIA LAGI

17 March 2014

images (14)Bukan rahasia lagi, bahwa masyarakat sekarang pada tahu bahwa pemimpin kita sekarang, alih-alih memperjuangkan nasib rakyatnya, tetapi akhirnya UUD, alias Ujung-Ujungnya Duit. Bukan rahasia lagi bahwa masyarakat diakar rumputpun sudah mengerti bahwa politik uang (money politic), politik dinasti dan politik preman. Politik-politik tersebut berani memihak siapa saja asal ada uang, berani menyuap siapa saja asal untuk mendapat kekuasaan, berani membuat anak turunan dalam lingkaran kekuasaan untuk mendapatkan harta karun, dan berani menjegal siapa saja untuk mendapatkan kekuasaan. Bukan rahasia lagi bahwa pejabat kita sekarang sebagian besar hanya ngucap dan ngecap saja, alih-alih untuk kepentingan masyarakat, tahu-tahunya untuk kekayaan pribadi. Bukan rahasia lagi Ustadz-ustadz di zaman sekarang ini banyak yang berprofesi sebagai dukun, katanya sebagai penasehat spiritual tetapi nyatanya sebagai dukun. Katanya para pasien diberi zikir dan doa kesembuhan, tapi nyatanya diajari mantra-mantra dan jampi-jampi. Bukan rahasia lagi masyarakat sudah tahu bahwa Orang Kaya Baru (OKB) sekarang main sogok, main suap dan main mata asal bisa dapat tender. Alih-alih ikut membangun infrastruktur, tahu-tahunya ada penggelembungan proyek untuk mendulang uang haram. Bukan rahasia lagi bahwa rakyat sekarang sudah tahu bahwa orang pinter itu banyak tetapi juga pinter berbohong. (more…)

INJURY TIME

17 March 2014

etInjury time dalam pengertian umum dunia persepak bolaan disebut sebagai detik-detik terakhir dari suatu pertandingan. Maka semua pemain mengeluarkan jurus-jurus permainan mereka untuk menang atau mempertahankan gawang mereka agar tidak kemasukan bola. Tentunya istilah injury time ini tidak saja berlaku untuk sepak bola dan semua pertandingan, tetapi juga berlaku dalam kehidupan kita. Kita percaya atau tidak, bahwa didalam kehidupan kita ini selalu berhadapan dengan injury time (detik-detik terakhir). Katakanlah seperti seorang pejabat saat mengahdapi injury time dalam sebuah keputusan pejabat diatasnya apakah dia masih diberi amanat sebagai pejabat atau tidak. Atau seorang terdakwa menhadapi injury time dalam sidang terakhirnya untuk mendapatkan fonis hukumannya. Atau juga seorang pengusaha menghadapi injury time bahwa usahanya itu layak go internasional atau sekedar pengusaha lokal saja. Atau seorang piutang mengahadapi injury time disaat penagihan hutangnya. Atau seorang manager menghadapi injury time saat demo karyawannya menuntut kanaikan upah dengan membuat keputusan penting atas tuntutan keryawan mereka itu. Atau menghadapi detik-detik terakhir apakah kontrak kerjasama diperpanjang lagi atau tidak. Atau menghadapi pilihan terakhir dari semua pilihan yang beresiko tinggi dan membahayakan. Atau disaat terakhir al-maut datang menjemput. (more…)

MENANTI PERUBAHAN

17 March 2014

metamorfosis-1-300x225Waktu tetap berjalan dan berlalu, orang boleh datang dan pergi, nasib bisa berubah, tetapi satu yang menjadi keinginan bersama adalah menaruh harapan menanti perubahan. Saya maksudkan adalah semua orang mengharapkan yang lebih baik, lebih maju, lebih aman, lebih sejahtera, lebih adil dan lain-lain. Semua orang berharap hal-hal tersebut kalau bisa dapat terwujud bukan sekedar harapan kosong. Harapan tersebut secara ideal memang bagus tetapi secara pragmatis perlu waktu dan perlu adanya agen-agen perubahan. Karena, apa artinya kita menaruh harapan ideal tersebut, tanpa ada figur atau sosok yang bisa melakukan perubahan itu ? Dan sosok figur yang dimaksud bukan hanya sekedar cerdas, tetapi bersih, berani, jujur dan komitmen pada kebenaran. Sosok-sosok figur seperti ini memang ada di tengah-tengah masyarakat, hanya keberadaan mereka tidak banyak yang tahu atau karena manusia tipe ini memang sedikit sekali. Kepada mereka ini masyrakat menaruh harapan untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Karena sepertinya masyarakat sekarang sebagian besar yang telah menjadi korban dalam sebuah peradaban yang tidak manusiawi. Sehingga satu-satunya adalah menaruh harapan untuk mendapatkan perubahan dengan berbagai dampak positifnya untuk kehidupan mereka. Ini adalah keinginan yang sangat mendasar dan manusiawi untuk menjadi renungan pada tokoh-tokoh kunci untuk sebuah perubahan. (more…)

Next Page »