Home » Artikel » Who am I (Satu Imajinasi) – Renungan Siapa Saya

Who am I (Satu Imajinasi) – Renungan Siapa Saya

26 February 2014

images (5)Ketika orang bertanya Who am I , maka saya harus menjawab secara jujur bahwa : saya adalah hamba Allah yang terlahir kemuka bumi melalui perantara kedua orang tua. Saya adalah hamba Allah yang pernah membuat  pengorbanan yang luar biasa dari kedua orang tua  ketika merawat dan membesarkan saya.   Kedua orang tua mencintai dan menyayangi saya sepanjang jalan .tetapi cinta dan sayang saya kepada orang tua hanya sepanjang gala. Kedua orang tua saya tidak pernah berpikir untuk kebahagiaan  pribadi melainkan bahagia melihat saya berkembang secara wajar. Saya adalah hamba Allah yang sering menyakiti hati kedua orang tua , tetapi mereka tidak pernah sakit hati melihat perilaku  saya kecuali terus mendapatkan kasih sayang  sejati dari kedua beliau. Ketika saya sakit , maka do’a dan usaha kedua beliau  untuk kesembuhan saya. Bahkan terdengar rintihan  jiwa dari kedua beliau : Ya Allah pindahkanlah sakit itu kepada kami berdua ( Ibu,Bapak ) karena si kecil belum mengerti apa arti penderitaan itu. Disaat menunggu pertumbuhan  dan perkembangan hidup saya , beliau berdua tak pernah lelah menyediakan berbagai fasilitas untuk saya. Tetapi ketika saya menjadi orang sukses, nyaris tak parrnah menyediakan  akan fasilitas kepada kedua orang tua saya. Saya memang termasuk anak durhaka karena pernah mengabaikan kedua orang tua saya lantaran takut istri ataupun suami. Saya makan ,  pakai  dan tinggal di istana mewah  sementara kedua orang tua  saya tinggal  di sebuah gubuk tua dan itupun jauh di desa terpencil. Beliau berdua untuk hidup  sehari hari saja, tidak cukup atau nyaris dalam ketiadaan sementara saya hidup bergelimang  kemewahan yang berlebih-lebihan. Beliau berdua selalu bertanya-tanya besok kita makan apa, sementara saya sudah merecanakan besok saya makan siapa, bersama siapa, dimana dan berapa. Pekerjaan itu saya lakukan hampir setiap saat,tanpa peduli bahwa kedua orang tua saya  tidak rela kalau mendengarnya.Tetapi karena pintarnya  saya dan sedikit curang  saya merahasiakan  itu semua  sehingga kedua orang tua saya tidak pernah tahu dan mendengarnya. Alhasil dalam perjalanan waktu, saya tertangkap tangan oleh KPK dan semua mas media cetak maupun elektronik memberitakannya. Orang tua saya syock bukan main dan sangat malu dengan tetangga sekampung. Para wartawan  pemburu berita  mulai berdatangan  hampir setiap hari, tetapi tidak berhasil  menemui kadua beliau,  karena   hanya mengurungkan diri dalam gubuk tua itu.

Itulah saya anak durhaka, tak tau diri tak pandai bersyukur, yang ada hanya perbuatan kufur. Saya telah banyak melukai perasaan kedua orang tua saya keluarga dan handai tolan  dan bahkan teman sekantor dan seprofesi.Hari-hari kehidupan saya di dalam Hotel Prodeo, dibalik jeruji besi menanti intrograsi , investigasi, penyidikan sampai  pada pengadilan. Mungkin ini  Tuhan mencintai saya melalui  sebuah musibah besar yang diberikan agar saya bisa sadar? Saya adalah  hamba Allah yang tidak  pernah mau mengambil hikmah dan pelajaran  atas setiap kejadian yang menimpa diri saya. Akhirnya keluar masuk penjara seperti menjadi langganan saya. Akhirnya di satu hari  saya dibesuk oleh kedua orang tua dari desa nun jauh disana. Kami berpelukan dengan tangisan , melepaskan  rindu dan lara dalam pelukan ibu dan bapak yang disaksikan oleh teman –teman senasip dengan saya. Disaat itulah saya merasakan betul betapa sejatinya cinta kedua orang tua kepada saya. Mau menebus dosa dan kesalahan saya  pada kedua orang tua dan semua orang yang terzalimi karena perbuatan saya. Dari dalam penjara , saya hanya bisa berdoa setiap sholat lima waktu dan sholat tahajjud  kepada kedua orang tua saya ,anak saya dan semua orang-orang yang beriman sebagaima dalam do’a yang diajarkan dalam Qur’an “: Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku  orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami perkenankanlah do’aku . Ya Tuhan kami , beri ampunlah  aku dan kedua ibu bapakku, dan sekalian orang-orang mukmin  pada hari terjadinya hisab ( hari Qiamat) ( QS: Ibrahim 0-41

Sekarang saya ingin menjadi hamba Allah yang sadar sesudah di timpa musibah. Saya ingin menjadi shalih, dan memanfaatkan sisa hidup saya untuk kebaikan. Saya ingin mengganti semua kesalahan dan dosa saya  dengan terus berbuat kebajikan  secara istiqomah Allohuma  Amin: Ya Allah kabulkan permohonan saya ini.

Artikel

No Comments to “Who am I (Satu Imajinasi) – Renungan Siapa Saya”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*