Home » Artikel » UANG

UANG

24 February 2014

5109c56437ddf_5109c564385c6Kita tidak pernah berfikir secara mendalam (filsafati) bahwa uang dalam kehidupan manusia mempunyai kekuatan yang luar biasa (spektakuler) dan memiliki peran yang sangat strategis. Disebut spektakuler karena uang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat pengaruh untuk kebaikan sekaligus juga kejahatan. Demikian pula memiliki peran strategis karena  uang sangat menentukan jatuh bangunnya satu negara maupun keluarga. Begitu dahsyatnya pengaruh uang sehingga orang berseloroh : membangun jembatan ke surga dan neraka pun memakai uang. Tanpa uang kita tidak bisa masuk surga dan karena uang orang bisa masuk neraka.

Uang memiliki multifungsi untuk kehidupan manusia. Karena uang kita bisa menyempurnakan kewajiban beragama. Tetapi karena uang juga orang bisa membeli barang dosa dan maksiat. Bahkan uang sebagai salah satu sektor ekonomipun memiliki fungsi politik yang signifikan terhadap sistem demokrasi dalam satu negara. Dan karena uang juga memiliki fungsi untuk mensejahterakan rakyat atau memelaratkan rakyat. Begitu hebatnya pengaruh uang dalam kehidupan manusia sehingga tuyulpun dipakai oleh pemiliknya untuk mencuri uang ?! Bahkan ada mafia politik, hukum, ekonomi, moral dan lainnya ditenggarai karena pengaruh uang dengan daya sihirnya yang mematikan itu.

Pada zaman awal Islam Rasulullah memperkenalkan dan memberlakukan mata uang emas yang bernama dinar dan mata uang perak yang disebut dirham. Alkisah meriwayatkan bahwa mata uang yang bernama dinar itu terdiri dari gabungan dua kata dalam Al-Qur’an yaitu : Din (Agama) dan Nar (api). Dengan demikian maka dinar itu adalah agama dan api. Jadi agama kalau memperolehnya secara halal dan baik (thayyib), sekaligus membelanjakannya pun pada jalan yang benar. Tetapi bisa jadi api, kalau mendapatkan dan membelanjakannya dengan jalan-jalan bathil (tidak benar). Bahkan Rasulullah pernah dalam salah satu hadist beliau berkata : “Tai’sya A’bdan aldinar wa dirham” (celakalah hamba atau budak dinar dan dirham)

Dalam kenyataan sehari-hari kita bisa melihat betapa uang bisa membuat orang beragama sekaligus memperdayakan manusia menjadi orang yang mengkhianati kebenaran agamanya atau bisa menjadi kafir karena uang.

Bagi orang beragama, uang merupakan salah satu dari begitu banyaknya rizki yang diberikan Allah SWT. Maka agamapun tidak melarang untuk mendapatkannya seberapapun, asalkan cara perolehannya harus benar menurut ukuran agama, dan membelanjakannya secara benar pula. Persoalannya adalah kita mau atau tidak menaati perintah agama tersebut dalam hal untuk memperoleh dan membelanjakannya itu. Disinilah letak masalahnya, sehingga kebanyakan diantara manusia tidak memilih agama sebagai petunjuk untuk mendulang uang. Kebanyakan mereka menggunakan logika sesat dalam mendapatkan rizki haram tersebut. Yaitu : berfikir bahwa dengan uang pula mereka bisa menebus dosa. Pertanyaannya adalah apa ada jaminan untuk hidup sebelum dosa tertebus? Atau bisakah kematian itu ditunda menunggu sang mafia menebus dosanya? Perhatikan firman Allah : “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya” Bacalah ayat ini, dan fahami baik-baik serta ambillah pelajarannya untuk memproteksi dari perbuatan-perbuatan konyol yang merugikan kita. Ingat semua mata uang rupiah selalu tertulis kalimat : “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa”… sama halnya dengan mata uang dollar Amerika juga tertulis “On God We Trust” selalu melibatkan Tuhan di dalamnya. Artinya pengakuan manusia kepada Tuhan untuk memperoleh uang dan menggunakannya sesuai dengan petunjuk-Nya, jangan pernah mengkhianati-Nya. Mari kita belajar mengurangi dosa dan kesalahan pada umumnya, dan soal uang pada khususnya.

 

Artikel

No Comments to “UANG”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*