Home » Artikel » N A T O

N A T O

19 February 2014

unduhanNato dalam arti yang sebenarnya adalah Nort Atlantic Treaty Organization (Pakta Pertahanan North Atlantik Utara) adalah satu persekutuan Militer diantara negara-negara Blok Barat yang didirikan 4 April 1949 di Brussel. Tetapi yang saya maksudkan NATO pada judul tulisan diatas adalah No Action, Talk Only (hanya bisa berbicara tanpa berbuat). Orang-orang seperti ini biasanya jago berbicara bahkan lihai mencari alasan pembenar dengan segala pencitraanya. Tapi kalau disuruh berbuat diapun mempunyai seribu alasan untuk membela dirinya. Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata, seribu janji terucap. Tak terbukti dalam kenyataan. Begitulah kira-kira syairnya para penyanyi bayaran diatas panggung publik.

Di dalam Islam kita tidak dilarang berbicara atau berkata-kata asalkan yang baik-baik saja seperti hadist Rasul SAW : “Qul Khairan Au Liyasmut” (katakanlah yang baik, atau diam) atau Qul al-Haq walau kana murran (katakanlah yang benar, walaupun pahit rasanya). Atau perkataan-perkataan yang mengandung doa sebagaimana diperintah Allah (baca QS. Furqan : 65,74; QS. Al-Mukminun : 169) dan perkataan yang berguna mengajak orang ke jalan yang benar/lurus untuk kebaikan dan keselamatan dan sebagainya.

Pendek kata semua perkataan yang baik, benar dan berguna untuk keselamatan itu dibenarkan dalam agama. Hanya saja itu tidak cukup melainkan berusaha untuk mewujudkan dalam bentuk perbuatan nyata, alias mengamalkan apa-apa yang dikatakan itu.

Terlebih lagi perkataan yang mengandung janji, maka kewajibannya adalah bagaimana menepati janji tersebut. Dalam hal seperti ini banyak ditemukan kejadian-kejadian aneh tapi nyata dirasakan oleh masyarakat. Yaitu banyak diantara para pejabat kita baik politisi maupun Birokrat, bahkan juga tokoh-tokoh masyarakat sering mengumbar janji. Mereka sepertinya tidak merasa berdosa kalau tidak menepatinya dan kalaupun ditagih, mereka membela diri dengan membuat alasan yang masuk akal. Sehingga orang yang menagih janji tersebut diam seribu bahasa, bahkan ikut membenarkan alasan mereka itu. Padahal soal janji itu adalah hutang yang wajib ditepati.

Di dalam Islam kita tidak saja diperintahkan untuk berkata/mengatakan, tetapi juga harus bisa membuktikannya/mengamalkannya. Sebab, pada ayat lain Allah SWT mempertanyakan sekaligus membenci orang yang hanya bisa berkata hanya bisa berkata tetapi tidak membuktikannya. Di dalam QS. Al-Shaf : 2-3, Allah berfirman : “ Hai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-pa yang tiada kamu kerjakan”. Ayat ini jika dipahami secara baik, maka sesungguhnya Allah menampakkan kasih sayang pada hamba-hamba-Nya termasuk orang-orang beriman. Yaitu menunjukkan bukti kebaikannya dari apa-apa yang dikatakannya itu, sehingga bisa memberi sesuatu yang bermanfaat/ berguna bagi diri maupun sesama.

Oleh karena kita patut bersyukur kepada-Nya atas peringatan-Nya tersebut supaya kita selalu berada pada jalan yang benar. Sehingga bagi kita orang-orang beriman peringatan tersebut harus direspon secara baik, karena ujung-ujungnya adalah juga untuk kepentingan kita sendiri.

Kita tidak perlu takut berkata baik, tetapi alangkah baiknya perkataan baik tersebut juga diikuti dengan perbuatan yang baik, yaitu mengerjakan apa-apa yang dikatakn itu. Atau dengan pengertian lain : kita perlu banyak bicara tentang kebaikan, tetapi juga kita perlu melakukan kebaikan yang sebanyak-banyaknya. Setidak-tidaknya melakukan kebaikan sesudah berkata/mengatakan kebaikan tersebut. Ini sangat penting karena memeratakan kebaikan pada sesama sebagai konsekwensi logis dari kedudukan kita sebagai manusia yang mengemban dua misi, yaitu spiritual dan sosial . Dengan demikian maka keberadaan kita semakin memberi nilai manfaat/guna yang optimal bagi kemanusiaan semesta. Jadi NATO harus kita rubah menjadi much to do and a lot of talk (banyak berbuat dan banyak berbicara). Karena sedikit bicara, banyak bekerja itu sesungguhnya tidak menghasilkan sesuatu yang optimal. Yang penting bicara yang terukur dan berbuat yang berkualitas. Dengan demikian asbun (asal bunyi) akan tereliminasi dengan sendirinya.

Artikel

No Comments to “N A T O”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*