Home » Artikel » MENDULANG BERKAH

MENDULANG BERKAH

17 February 2014

sbh-banjir1Semua manusia pasti dan ingin menjadi kehidupannya yang bermakna. Artinya menjadikan seluruh aktivitasnya ditujukan untuk berbuat baik dan membagi kebaikan terhadap sesama. Orang-orang seperti inilah yang saya maksudkan mendulang berkah kehidupan. Ini sesungguhnya adalah cita-cita dan perbuatan yang mulia. Karenanya kemuliaan tersebut patut direspon secara baik dan nyata dalam arti selalu dan selalu berusaha untuk mewujudkannya.

Di dalam era globalisasi ini menjanjikan seribu kebaikan sekaligus sejuta keburukan. Kalau kita salah menempatkan diri. Artinya orang di zaman ini lebih suka jalan tol dengan menghalalkan segala cara menabrak semua norma agama ketimbang mengukur diri dengan kebenarannya. Proses hidup secara instan lebih digemari orang daripada mengikuti aturan main yang benar melalui jalan yang cukup panjang. Dengan pengertian lain bahwa di zaman orang tidak mempersoalkan apa yang diperoleh itu berkah atau tidak. Yang penting “wah” dan glamor menjadi tujuannya untuk diperlihatkan pada publik. Dan anehnya mereka bangga menepuk dada, bahkan merasa sebagai orang elit yang mengharapkan semua orang harus menyembahnya. Sungguh itu merupakan kultur Jahilliyah di zaman modern yang perlu diwaspadai atau ditolak keberadaannya. Sebab kultur ini hakikatnya adalah mengembangkan budaya orang-orang kafir yang pada akhirnya bukan mustahil membuat kita menjadi sesaat pula.

Lalu apa itu berkah dan bagaimana cara mendapatkannya? Sederhana saja kita mengatakan berkah itu adalah sedikit cukup dan memuaskan, banyak membahagiakan. Adapun cara memperolehnya pada dua kata kunci yaitu : halal dan baik (halalan thayyiban). Perhatikanlah firman Allah : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu (QS, Al-Baqarah : 168). Pintu masuk berkah itu adalah halal dan baik, dan selain itu adalah jalan-jalan setan yang mengundang laknat/kutukan Allah SWT. Jadi orang yang memakan rizki maupun cara memperolehnya secara halal dan baik itulah mereka yang mendulang berkah itu sudah pasti. Akan tetapi tidak semua orang menyukai jalan ini, sehingga kutukan Allah pun datang pada mereka. Lihatlah orang-orang kaya baru, rumah mewah, mobil lux, deposito jutaan rupiah dan dolar tapi akhirnya disita negara karena cara memperolehnya melalui jalan setan alias tidak benar. Itu artinya mereka tidak memperoleh berkah, malah mendapatkan kutukan. Contoh-contoh tersebut sudah banyak terjadi di masyarakat yang seharusnya menjadi pelajaran bagi kita, tapi rasanya juga belum semua yang mau mengambil pelajaran tersebut. Setan apa yang terlampau kuat membisikan mereka itu? Ya paling tidak setan yang bernama “Rakus” alias serakah yang telah memperdayakan mereka sehingga ingin menjadi anggotanya. Na’udzubillahimin dzalik (kita berlindung kepada Allah dari perbuatan yang demikian itu). Disinilah kita diperintahkan untuk selalu bertaqwa kepada Yang Maha Kuasa dengan taqwa yang sesungguh-sesungguhnya jangan hanya sekedar simbol saja (baca QS. Ali Imron : 102)

Alhasil akan lebih bahagia kalau kita mencari berkah, dan itu bukan pada kuantitasnya tetapi pada kualitas. Syukur banyak bisa berkah. Semoga!

Artikel

No Comments to “MENDULANG BERKAH”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*