Home » Artikel » MENANTI KEHADIRAN

MENANTI KEHADIRAN

26 February 2014

amanahKita sedang bermimpi menanti kehadiran pemimpin yang berhati rahim terhadap rakyatnya, Menanti kehadiran sang pemimpin seperti itu di zaman sekarang sudah termasuk manusia langka. Yang ada adalah sang raja yang ditaktor dan bertangan  besi, berwajah sepuluh atau dasamuka . Kelihatannya tenang tapi menghanyutkan. Sepintas terlihat ramah, tapi hatinya menyimpan seribu dendam .Kata-katanya simpatik ,tapi itu cuma pencintraan saja.Ucapannya seperti meyakinkan  tapi hanya sandiwara belaka. Berpidato mengumbar janji, tapi hanya sekedar janji palsu. Keluar masuk kampung tapi itu hanya sekedar  memperoleh uang perjalanan dinas yang di markup. Berempati pada penderitaan rakyat , dan mengeluarkan air mata, tapi itu air mata buaya.Rakyat terlena dengan watak pemain sinetron sang pemimpin mereka. Dikira dialah pemimpin yang sebenarnya untuk rakyat, padahal dia adalah pemimpin imitasi/karbitan. Penderitaan rakyat dikemas dalam proposal untuk kemanusiaan , padahal dia sedang menjual  rakyatnya untuk kepentingan diri dan keluarganya. Terkesan seperti pahlawan kemanusiaan, padahal pahlawan  kesiangan.

Menanti kehadiran sang pemimpin yang bersifat seperti sifat Rasul Saw, sidiq, amanah, fathanah, tabliqh. Pemimpin yang demikian ini juga termasuk sangat langka. Kebanyakan mereka suka dusta khianat, bodoh, dan gagap berkomunikasi.Pikirannya tertanam logika orang kebanyakan, yaitu aji mumpung, kapan lagi kalau tidak sekarang. Sehingga miskin sebelum memimpin, kaya raya sesudah menjadi pemimpin. Akibatnya tidak sama seperti pemimpin tempo dulu. Keluar  masuk penjara, di usir dan di asingkan karena membela rakyat. Berbeda dengan pemimpin sekarang, masuk  keluar  penjara karena menipu uang rakyat dan di jerat dengan pidana pasal  penipuan atau penggelapan. Dia membuat istana mewah diatas lahan luas milik rakyat yang ditipunya. Dia memiliki hotel hotel mewah di berbagai daerah daerah karena nekat menyunat anggaran negara melalui penggelembung dana proyek infra struktur. Dia sepertinya tidak merasa bahwa rakyat sudah tahu permainan curang, culas  dan nekat dalam kebodohannya.

Menanti kehadiran sang pemimpin yang dekat dengan rakyat, tahu kepentingan dan berjuang untuk mensejahterahkan rakyat. Pemimpin inilah yang sedang dinantikan rakyat. Di tunggu kehadirannya, dirindukan kedatangannya, di cintai keberadaannya dan di bela dalam kekuasaannya. Pemimpin seperti ini merasa bahwa jabatan yang sedang di embannya, adalah “amanah” dari sang Khaliq kepadanya. Dia idak pernah melakukan sesuatu yang bukan-bukan. Melainkan bekerja keras menepati amanah. Dia selalu bersama rakyatnya dalam suka dan duka,  membela dan selalu  berpihak  pada rakyat walaupun orang lain mencuriganya sebagai pencintraan. Karena di dalam dirinya telah tertanam prinsip perjuangan yaitu : anjing boleh menggonggong, kafilah tetap berlalu. Dia tidak pernah marah kalau persoalan pribadinya diusik publik. Tetapi dia meradang jika kepentingan rakyatnya terusik oleh kekuatan-kekuatan tetentu. Pemimpin seperti inilah yang dinantikan kehadirannya. Sebab di tangan dialah rakyat merasa ada pengayomnya., dan di tangan dia pula  rakyat merasakan keadilan, kemakmuran  dan kesejahteraan. Bahkan ditangan dia juga rakyat merasakan sebagai imam dan rakyat dengan rela hati mereka sebagai  makmum dalam  dalam satu shaf/barisan yang tersusun rapi bagaikan suatu bangunan. Perhatikan firman Allah “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan seperti satu bangunan yang tersusun kokoh”.( QS Al. Shaf : 4)

Menanti kehadiran sang  pemimpin pemersatu, pencinta rakyat yang sejati . Itulah  pemimpin yang harus kita pilih dan kita dukung dalam kekuasaannya.Kita butuh  pemimpin- pemimpin ini sekarang dan seterusnya.

Artikel

No Comments to “MENANTI KEHADIRAN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*