Home » Artikel » JANGAN ADA DUSTA

JANGAN ADA DUSTA

26 February 2014

images (4)Jangan ada dusta diantara, begitulah sepotong kalimat yang bermakna menyindir atau bisa menjadi thaushiyah bagi kita yang mendengarnya. Mengapa demikian ? Jawabnya bahwa salah satu dari biang kerusakan terjadi dimuka bumi karena ada dusta diantara kita. Dusta yang dilarang agama ternyata mempunyai makna positif bagi kehidupan manusia itu sendiri. Yaitu memberikan sejumlah kebaikan, bahkan membawa kebaikan dan berkah dalam kehidupan kita. Sehingga kalaupun orang melakukannya maka pasti dia akan mengalami berbagai macam kesulitan hidup, terutama tidak dipercayai orang (distrust). Belum lagi dusta pasti merusak martabat harga diri dan keluarga sekaligus bisa merusak masa depan kita.

Dusta dalam prespektif moral termasuk salah satu, perbuatan yang dibenci Allah dan sesama. Karenanya bagi orang-orang beriman oleh Allah diperintahkan untuk berbuat jujur, untuk mengantisipasi dusta. Perhatikan firman Allah :”Hai orang-orang beriman; bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. Al-Taubah : 119). Orang benar berarti jujur, berarti juga tidak berdusta atau berbohong. Kepada orang-orang beriman diminta untuk berbuat benar, alias tidak berdusta untuk menjaga dan  merawat keimanannya agar berbuah pada prilaku yang baik. Dan prilaku yang baik tersebut pasti memberi jaminan akan ketenangan hidup.

Jadi ayat tersebut diatas sesungguhnya adalah upaya membangun kesadaran orang beriman untuk berbuat benar/jujur melalui jalan Takwa kepada Yang Maha Kuasa. Dengan demikian maka apa disebut dusta atau berbohong itu akan sirna dengan sendirinya. Ketika dusta telah sirna, maka akan datang kejujuran, dan ketika jujur bersemi dalam dalam kepribadian maka akan lahir prilaku-prilaku mulia yang pelakunya menajdi orang-orang mulia pula. Disinlah sebabnya, mengapa kita orang beriman diperintahkan untuk bertakwa dan berbuat benar/ jujur. Subhanallah, begitu indah dan berkahnya orang bertakwa dan berbuat benar/ jujur. Sayangnya tidak semua orang mau menjalaninya. Mengapa? Boleh jadi mereka beranggapan bahwa takwa dan berbuat benar itu membuat orang-orang tidak maju, bahkan kaya raya. Lalu apakah arti maju dan kaya raya dicapai melalui dusta/bohong itu? Ingat pepatah : Sepandai pandainya tupai meloncat, akhirnya jatuh juga.

Kita terkadang kagum dengan, orang-orang maju dan kaya raya, ternyata ketahuan setelah ditangkap KPK, polisi dan jaksa. Mungkin kita berguman kenapa terjadi hal yang demikian itu. Itulah sepandai-pandainya orang membungkus dusta, akhirnya terbongkar/tertangkap juga. Kalau mereka bisa bertahan lama karena pandai membungkus dusta, itu hanya mempertinggi tempat jatuh saja, dan jatuhnya pasti kejurang yang membinasakan.

Penderitaan seperti ini sebenarnya bisa dihindari bila kita berlaku benar/jujur. Karena kejuuran membawa kepada kebaikan sebagaimana hadits Rasul: Iyyakum bi al sidqi fainna alsidqu yahdi ila al bir…..(Bahwasannya kebenaran/kejujuran itu membawa jalan ke surga…HR Muttafaq alaih). Oleh karenanya “Jangan ada dusta diantara kita”, Insya Allah kita selamat dunia-akhirat.

Artikel

No Comments to “JANGAN ADA DUSTA”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*