Home » Artikel » AMAL JARIYAH

AMAL JARIYAH

19 February 2014

images (2)Kata-kata amal jariyah sudah menjadi bahasa sehari-hari seperti Bahasa Indonesia yang lain. Padahal kata amal jariyah tersebut berasal dari bahasa Al-Qur’an dari kata-kata a’malun (perbuatan hasil karya) yang mengalami perubahan bentuk bisa menjadi a’mila yang artinya “mengerjakan”. Dan kata a’mila ini kebanyakan bersatu dengan kata-kata “shalihan” (shaleh) menjadi “amila shalihan” (mengerjakan amal shaleh). Penyatuan dua tersebut dapat dijumpai dalam QS. Al-Baqarah : 62, QS. Almaidah : 69, QS. An-Nahl : 97, QS. Al-Kahfi : 88, QS. Maryam : 60, QS. Thaha : 75,82 dan masih banyak lagi ayat-ayat itu. Demikian kata-kata a’milu juga menyatu dengan kata-kata “shalihat” menjadi “a’milu shalihat” (berbuat baik) ayat-ayatnya pun dapat dijumpai dalam QS. Al-Baqarah : 25,82,277; QS. Al-A’raf : 43, QS. Yunus : 4 dan masih banyak lagi ayat-ayat itu.

Adapun kata “jariyah” (mengalir) dalam Al-Qur’an tidak pernah menyatu dengan kata-kata amal jariyah yang sering disebut sebagai “amal jariyah”. Kata “jariyah” di dalam Al-Qur’an dapat dijumpai dalam surat Al-Haqqah : 11 dan Al-Ghasyiyyah : 12 dan Al-Dzariyat : 3 dan ini semuanya tidak menyatu dengan kata-kata a’malan, a’milun.

Dalam tuturan sehari-hari, kita telah menyatukan dua kata ini, dalam Al-Qur’an sehingga sebutannya menjadi “amal jariyah” yang artinya perbuatan baik yang terus mengalir baik manfaatnya, amupun pahalanya. Apalagi dihubungkan dengan QS. At-Tin : 6, “kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”.

Penyatuan kedua kata dalam Al-Qur’an (a’mal jariyah) ini sebenarnya menunjukkan dorongan atau motivasi supaya kita secara istiqamah (terus terang) mengerjakan perbuatan kebajikan, karena dibalik itu ada manfaat dan pahala yang terus mengalir tanpa putus. Hanya saja perlu telaah yang lebih dalam apakah yang dimaksud dengan amal jariyah itu? Dalam hal ini banyak orang berpendapat bahwa amal jariyah itu bentuk perbuatan kebaikan secara fisik seperti menyumbang semen, batu, besi untuk pembangunan masjid, madrasah, jembatan dan sebagainya. Faham seperti ini membuat orang marah kalau benda yang disumbangkan itu diganti atau tidak dimanfaatkan lagi. Seakan-akan pahalanya sudah terputus. Padahal menurut saya, amal jariyah itu yang dihitung adalah kesadaran kita memberi untuk taqarub kepada Allah. Jadi bukan fisik bendanya, tetapi kesadaran tulus memberi karena Allah semata inilah yang menjadi amal jariyah (kebaikan yang terus mengalir tiada putus pahalanya). Sehingga kapan fisik benda yang disumbangkan itu hancur/rusak atau diganti, maka pahala bagi penyumbang pun terus mengalir alias tidak pernah terputus. Karena yang sampai dihadapan Allah itu bukan benda secara fisik, tetapi karena ketaqwaan kita yang mau menyumbang itu. Perhatikan firman Allah : “Daging-dagimg unta dan darahnya itu tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu, supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Hajj : 37). Ayat ini secara tegas menyebutkan bahwa yang mencapai keridhaan Allah itu adalah ketaqwaan kita secara spiritual, bukan secara fisik atau benda. Jadi kita tidak perlu marah apalagi mengungkit sumbangan atau infaq dan sedekah kita baik berupa hibah, wakaf dan lain sebagainya. Apabila benda yang diberikan itu diganti dengan yang lain apalagi gantinya lebih baik dari itu, tentunya lebih besar lagi pahala jariyah kita. Disinilah sebabnya kita diperintahkan ikhlas beramal yaitu amal shalih yang kita simpan selamanya, tanpa mengungkap atau mengungkitkan kembali, karena hanya Allah sajalah yang tahu semuanya itu. Dan karenanya, mari kita terus beramal jariyah kapan dan diamanapun saja, dan itulah sejatinya kekayaan kita disisiAllah SWT. Ingat amal jariyah tidak mengenal usia, siapa saja dan apa saja yang bisa kita berikan untuk meraih keridhaan-Nya.

 

Artikel

No Comments to “AMAL JARIYAH”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*