Home » Artikel » TOGETHER WE ARE STRONGER

TOGETHER WE ARE STRONGER

22 January 2014

"Bersama kita kuat, itulah ungkapan sederhana tetapi mengandung makna yang teramat dalam. Disebut demikian karena dibalik kebersamaan itu tersimpan potensi-potensi besar yang memungkinkan seseorang atau kelompok dapat meraih tujuan yang dicita-citakan. Betapa tidak. Karena didalam kebersamaan itu ada kekuatan saling tolong menolong (ta’awun). Dan kekuatan ini dimanfaatkan secara optimal, maka sesuatu yang semula sulit , bisa jadi mudah, semula tidak bisa menjadi bisa. Begitulah seterusnya kekuatan ta’awun itu dalam kebersamaan.

Kita harus jujur, keberhasilan yang kita peroleh itu karena ada kebersamaan dan pengaruh kekuatan ta’awun. Demikian pula kegagalannya juga karena ada faktor kebersamaan dan kekuatan ta’awun itu sendiri. Artinya kita tidak mungkin sukses tanpa bantuan orang lain, demikian pula kita juga tidak mungkin gagal tanpa intervensi dari orang lain. Disinilah sebabnya mengapa kita dilarang sombong, takabur. Karena sukses yang kita raih itu juga ada andil orang lain, bukan semata kita. Demikian pula dilarang putus asa ketika kita gagal. Karena kegagalan itu juga ada turut serta orang lain, bukan kita sendiri.

Berkenaan dengan itu, Al-Qur’an dalam satu ayat (QS. Al-maidah: 2) menggunakan dua kata ta’awun yang arti harfiah saling tolong menolong. Satu kata ta’awun digunakan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan (albir) dan takwa; dan ini diawali dengan perintah untuk melakukannya. Sedangkan yang satunya lagi (ta’awun) digunakan untuk tolong-menolong dalam hal dosa dan permusuhan, dan ini juga dimulai larangan melakukannya. Arti yang tersimpan dalam perintah tersebut adalah sesuatu yang luar biasa pencapaiannya kalau kita bersama saling menolong dalam kebaikan. Demikian betapa dahsyat keburukan yang ada didalamnya kalau dipakai untuk saling menolong dalam dosa dan permusuhan. Lihatlah, bahwa kebaikan dan kemajuan yang spektakuler dalam kehidupan kita itu karena ada kebersamaan saling menolong dalam kebaikan, demikian sebaliknya. Oleh karenanya “ada perintah” untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan, dan dilarang untuk saling menolong dalam dosa dan permusuhan. Perintah dan larangan tersebut harus difahami sebagai sebuah upaya untuk manusia dalam rangka memperoleh kebahagiaan hidup. Atau dengan pengertian lain; kebahagiaan itu tidak akan dapat dirasakan oleh manusia, bila mengabaikan perintah dan mengikuti larangan. Jadi didalam kebersamaan untuk kebaikan itu adalah sesuatu yang konstruktif, demikian ada destruktif dalam kebersamaan yang dilarang artinya, keduanya mempunyai kekuatan yang teramat kuat baik dalam kebaikan maupun dalam keburukan. Karenanya sekali lagi agama memerintah kita melakukan kebersamaan dalam kebaikan, juga melarang kita sebaliknya.

Sungguhpun demikian jelasnya batasan itu, tetapi masih tidak seindah antara harapan dengan kenyataan. Dalam berbagai hal kita perlu belajar dan belajar lagi untuk menjadi orang-orang baik, dan tidak ada kamus terlambat menjadi orang baik. Didepan kita masih ada waktu; tenaga, fikiran, harta, ilmu dan kekuasaan untuk dikerahkan kepada kebaikan sehingga kita bisa menjadi  orang-orang baik. Karena hanya dengan cara-cara tersebutlah kita menjadi orang beruntung, terlepas dari buntung. Semoga kita semuanya selalu memperoleh hidayah dari Allah SWT untuk menjadi orang-orang terbaik (khairah ummah). Dengan kebersamaan kita kuat untuk kebaikan dan dengan kebersamaan pula kita kuat memerangi segala keburukan/kejahatan.

Artikel

No Comments to “TOGETHER WE ARE STRONGER”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*