Home » Artikel » PENDAKIAN SPIRITUAL

PENDAKIAN SPIRITUAL

30 January 2014

images (2)Rasanya hidup ini bagaikan sebuah perjalanan penuh dinamika dan perubahan. Ada kalanya kita sempat gembira menikmati dinamika hidup ini. Tetapi tidak jarang juga kita harus menggigit jari melihat permainan hidup yang tidak mengenal perikemanusiaan. Bahkan juga menangis menyaksikan berbagai adegan hidup yang memilukan. Hati terkadang bahagia, tetapi juga rasanya seperti sedang tersayat sembilu. Itulah aroma kehidupan berwarna pelangi yang berputar mengitari kehidupan tanpa mengenal titik henti. Akankah kita menjadi majikan dalam hidup ini ataukah menjadi budak kehidupan? Seharusnya kita menjadi majikan dalam kehidupan ini karena berkedudukan sebagai khalifah (pemimpin). Tetapi dalam kenyataannya kebanyakan diantara kita telah menjadi budak kehidupan, mereka ini tidak pernah menikmati hidup kecuali terus menerus mengejar dan memburu isi dunia dan ingin mendapatkan semuanya. Makan seadanya, tidur seadanya, pakaianpun juga seadanya, pokoknya semuanya serba seadanya, padahal dia mempunyai kemampuan untuk berbuat lebih, mereka lebih mencintai aset material untuk dikenang sebagai konglomerat daripada membahagiakan diri, keluarga dan umat. Alhasil jadwal kegiatan setiap jam/hari hanya untuk mengumpulkan sebanyak–banyak aset-aset material itu. Sehingga pantas disebut budak materi, tanpa bergeming sedikitpun pada persoalan-persoalan spiritual dan sosial. Atau hidup mereka hanya untuk mendapatkan materi dan materi secara egois

Sosok-sosok manusia seperti mereka ini pun bergentayangan dimana-mana,  bahkan dalam rumah sendiri. Begitulah manusia sedang mabuk materi, maka semuanya diukur dengan serba materi pula. Mereka memandang terhormat kalau sama-sama kaya dan kuasa, sementara yang lain dipandang rendah dan hina. Mereka mengeklaim dirinya sebagai darah biru dan hanya bergaul dengan sesama yang berdarah biru. Dalam pada itu yang berdarah merah dianggap tidak selevel dan terputus hubungan pergaulan dengan mereka (darah biru).

Merubah pola dan cara hidup seperti ini perlu pendakian spiritual, yaitu merubah akal fikir menjadi akal dzikir yang sarat dengan nilai-nilai spiritual. Artinya tidak melihat keberadaan materi saja, tetapi juga merasakan bahwa ada amanah dibalik materi, Bahkan terpenting itu semuanya adalah merasa dia bukan pemilik sebenarnya kecuali hanya hak guna pakai. Pemilik yang sebenarnya adalah Yang Maha Kuasa, sehingga perlu pendakian spiritual berupa dzikir untuk mendekatkan diri kepadaNya. Ini menjadi sangat penting karena hanya dia yang bisa merubah kedudukan, kita dari budak materi majikan (Khalifah) tanpa itu  maka selamanya kita tetap diperbudak dunia materi sehingga menutup jalan pendakian spiritual kita kepadaNya. Jika ini terjadi maka kerugianlah yang kita peroleh walaupun secara kasat mata dikenal sebagai orang yang kaya dan kuasa, yang dalam istilah agama disebut dengan “khaba wa khasira”, menyesal dan merugi. Maka kalimat kunci untuk meretas jalan hidup seperti ini hanyalah dengan “Pendakian Spiritual”. Begitu pentingnya pendakian spiritual itu sehingga ada perintah sang Khalik untuk kita supaya melakukan pendakian spiritual itu. Perhatikan firman Tuhan “hai orang-orang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama Allah), zikir yang sebanyak-banyaknya (QS. Al-Ahzab : 41) demikian pula dalam firmanNya yang lain “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah (Zikir). Barang siapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi “(QS al Munatiqun : 9) Ayat-ayat tersebut diatas merupakan perintah untuk melakukan pendakian spiritual dengan memperbanyak zikir, sehingga kita terlepas dari orang-orang yang merugi baik dunia ini, apalagi hari akhir kelak. Untuk itu mari kita melakukan pendakian spiritual dan jalan utamanya melakukan sholat sebagaimana firmanNya ”sesungguhNya aku ini adalah Allah, tiada tuhan (yang Hak) selain aku, maka sembahlah aku, dan dirikan sholat untuk mangingat aku” (QS : Thaha : 14). Semoga kita bisa.

Artikel

No Comments to “PENDAKIAN SPIRITUAL”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*