Home » Artikel » MENARI DIATAS PENDERITAAN ORANG ??!

MENARI DIATAS PENDERITAAN ORANG ??!

22 January 2014

images (5)Kehidupan di dunia ini memang unik dan misteri. Biasanya orang tertawa dan menangis itu berkaitan suka dan duka, tetapi aneh bin ajaib ternyata ada manusia yang tertawa diatas penderitaan orang lain, dan menangis diatas kesenangan orang lain pula. Belum lagi dengan serba misteri yang tersembunyi pada diri manusia, dikira menangis selamanya berhubungan duka, tetapi bisa jadi berkaitan dengan suka. Demikian pula tertawa juga tidak selamanya berhubungan dengan lelucon, boleh jadi sedang menertawakan diri sendiri.

Memang manusia makhluk serba misteri. Dengan beragam potensi dalam dirinya, bisa menciptakan sesuatu yang boleh dibilang spektakuler. Ledakan dahsyat ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu contoh nyata di depan kasat mata kita. Dunia tak ubahnya lilitan kabel-kabel elektrik yang membuka peluang komunikasi dengan teknologi informasi yang begitu canggihnya. Hari ini apa yang terjadi di belahan dunia lain cukup diakses diatas meja kerja. Lompatan budaya impor juga telah menjadi komodite ekonomi modern. Sehingga dahulu orang hanya menggendong dan membelai dengan kasih sayang anak cucu, sekarang telah berpindah tangan kepada anjing buldog yang harganya jutaan rupiah.

Kondisi seperti ini terus berjalan cepat sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga ikut merubah wajah masyarakat modern menjadi permisif. Satu diantara penyakit masyarakat permisif ini adalah menari diatas penderitaan orang atau demam panas melihat tetangga atau koleganya yang berhasil. Mengapa bisa terjadi? Itulah cermin dari hati yang kusut, akal yang tertunduk syahwat dan perbuatan yang lepas kontrol. Sehingga apa maunya itulah menjadi kenyataannya.

Kehadiran agama pada manusia seharusnya menjadi pedoman, petunjuk dan pelajaran berharga untuk menata kehidupan yang lebih baik. Malah terkesan hanya sekedar simbolik untuk jati diri saja. Manusia telah mempertontonkan sejumlah perilaku tidak senonoh terhadap sesamanya. Bahkan lebih dari itu menjadi serigala pemangsa manusia lainnya. Peristiwa dan kasus-kasus inipun menjadi tontonan kita setiap hari. Inilah membuat pakar sosiologi merasa gerah dan bangkit meneliti warna-warni perilaku masyarakat. Temuan peneliti mereka boleh di bilang cukup mencengangkan banyak kalangan. Diantaranya, terdapat sekelompok masyarakat yang selalu bertanya : “besok kita makan siapa?”. Nama-nama menjadi mangsa mereka telah tercatat dalam buku harian. Mereka lantas mencari dan membuat strategi untuk menjebak untuk mangsa-mangsa tersebut. Ada dollar yang tidak berseri, wanita tercantik dan kekuasaan yang menggiurkan.

Rupanya itu semua menjadi senjata pamungkas untuk melahap mangsa mereka. Ternyata hasilnya cukup signifikan, yaitu menggeret dan menyeret sejumlah orang yang konon memiliki status sosial tinggi. Sementara itu masyarakat awam pun bertanya manakah yang lebih beradab diantara keduanya, pemangsa atau yang dimangsa? Mungkin jawaban yang paling pas adalah keduanya termasuk tidak beradab. Yang satu sebagai pemangsa karena kebutuhan yang berencana sedangkan yang lain akan dimangsa pun tidak tahu diri bahkan mungkin terlalu percaya diri karena kuat dan kuasa. Mungkin itu yang dimaksudkan kerjanya para sengkuni istana yang ingin melanggengkan kekuasaan para raja dalam istana. Akhirnya raja pun menari diatas penderitaan rakyatnya sendiri sehingga pantas mendapat gelar tambahan sebagai “Raja Tega”. Orang-orang seperti ini termasuk si Raja Tega walaupun mengklaim diri mereka sebagai mukmin, tapi sesungguhnya mereka bukan orang-orang yang beriman (baca QS. Al-Baqarah : 8). Karena mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedang mereka tidak sadar (QS. Al-Baqarah: 9). Ini karena dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta (QS. Al-Baqarah: 10). Oleh karenanya, jangan lagi menari diatas penderitaan orang lain, agar tidak menjadi manusia terkutuk.

Artikel

No Comments to “MENARI DIATAS PENDERITAAN ORANG ??!”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*