Home » Artikel » KITA INGIN PERUBAHAN ( we want to change)

KITA INGIN PERUBAHAN ( we want to change)

images (2)Kita patut bersyukur kepada Allah SWT Karena dilahirkan/diciptakan sebagai manusia, bukan sebagai makhluk yang lain. Rasa syukur ini juga terus dan perlu ditingkatkan baik kuantitatif maupun kwalitatif karena kita makhluk satu–satunya mendapat karunia berupa akal dan agama.

Kedua potensi yang teramat mahal ini diberikan pada manusia agar bisa membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah, halal dan haram, dan lain sebagainya. Ketika manusia menggunakan kedua potensi tersebut untuk kebaikan, maka disitulah arti manusia sebagai makhluk yang mulia. Demikian sebaliknya (Baca QS. Al Thin : 4-5).

Kita telah menghuni dunia ini sepanjang usia kita. Sudah berbagai perubahan yang kita saksikan dalam hidup ini, apakah perubahan dari kesehatan (dzulumat) menuju kebenaran/cahaya (nur) atau sebaliknya. Pendek kata, dunia yang kita huni saat ini telah terjadi perubahan yang luar biasa (spektakuler) dengan aroma harum dan busuknya. Berbahagialah manusia dalam hidup ini aroma harum semerbak selalu bersama dalam setiap dan perbuatan. Dan alangkah menyesalnya manusia yang selalu berada dalam putaran perbuatan yang beraroma busuk, sehingga bisa merajalela virus–virus pembusukan pada lingkunganya.

Menghadapi berbagai problem dan dinamika hidup manusia itu, tentunya kita semua ikut bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Artinya kita tidak boleh egois atau tidak peduli terhadap persoalan–persoalan yang ada dihadapan kita. Harus ada simpati dan empati untuk turut serta mendudukan persoalan tersebut, agar tidak membawa dampak negatif pada kehidupan sesama. Lantas yang kita inginkan perubahan itu seperti apa ? We want to change yang saya maksudkan dalam catatan lepas ini adalah membuat perubahan dari yang statis menuju yang dinamis, dari kejamu dan berfikir menuju pemikiran yang rational terukur, dari jahiliyah modern menuju yang islami kontemporer. Pendek kata perubahan menuju kebaikan dengan mengusung Islam sebagai agama kemajuan (din alhadharah) yang menebarkan rahmat bagi alam semesta. Hal tersebut itu penting bagi kita mengingat akan adanya hari pertanggungan jawab kepada Yang Maha Kuasa. Dan perubahan yang lakuakan itu harus dapat menolong kita saat menghadapi hari hisab tersebut karena ada kebaikan, kemanfaatan dan kebahagiaan yang dirasakan dalam perubahan tersebut. Artinya perubahan yang kita lakukan membawa kebaikan terhadap sesama, menolong dan mensejahterakan manusia dalam arti yang seluas–luasnya tanpa dibatasi sekat-sekat agama suku, ras, dan bangsa. Nuansa perubahan seperti inilah seharusnya terus menjadi komitment kita untuk mewujudkannya dalam setiap kesempatan dan peran dimana manusia mendapatkan kekuasaan sebagai apapun.

Manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia dalam rangka perubahan tersebut harus bisa memainkan peran ritual dan sosialnya untuk menciptakan keadaan yang lebih baik disinilah focus utama keberadaanya sebagai orang yang mendapatkan kemuliaan hidup, dan kita semuanya mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan–perubahan tersebut untuk kemuliaan hidup. Saya optimis bahwa kita semua bisa. Mengapa? Bahwa didalam diri kita ada potensi untuk berubah dan mau melakukan perubahan. Apalagi agama mengajarkan pada kita bahwa berubah menjadi baik dan lebih baik itu perbuatan yang terpuji, dan mau melakukan perubahan kepada yang baik dan lebih baik itu suatu yang mulia. Persoalannya tinggal kita mau apa tidak. Menurut hemat saya kita harus mau dan memulainya tanpa mengulur–ulur waktu lagi. Karena kesempatan untuk melakukan perubahan memang masih panjang, sepanjang usia kita, tetapi melakukan perubahan seperti kita itu tidak selamanya bisa kita lakukan. Mungkin ada kendala lain yang bisa menyita waktu kita untuk tidak melakukan perubahan tersebut. Oleh karenanya bagi kita mamulai melakukan perubahan sebagaimana tersebut diatas adalah peluang emas bagi kita. Dari sinilah bisa menikmati sebuah perjalanan hidup kita yang lebih bermakna dan berpotensi memberikan kebahagiaan kepada kita baik secara pribadi maupun berjamaah/kolektif sosial. Karena itu pula we want to change harus pula dimaknai sebagai perubahan yang membawa kebahagiaan untuk sesama melaui upaya–upaya positif, terukur demi kemaslahatan bersama. Maka kita harus memulainya  dan sekarang juga kita lakukan perubahan itu. Dengan demikian maka kitalah orang paling pantas menikmati kebahagiaan hidup dari sisa usia yang sudah kita lampaui. Perhatikan firman Allah “adapun orang–orang yang beriman dan beramal saleh maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah–perintah kami” (QS : Al Kahfi : 88). Mudah-mudahan ayat ini bisa memberikan petunjuk dan pelajaran buat kita untuk melakukan perubahan yang terbaik dalam hidup ini.

Artikel

2 Comments to “KITA INGIN PERUBAHAN ( we want to change)”

  1. Artikel yang sangat berguna dan mendidik pak. Thanks uda berkenan berbagi.

  2. Trimakasih Pak atensinya

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*