Home » Artikel » Jadikan Dirimu Sendiri (Be Your Self)

Jadikan Dirimu Sendiri (Be Your Self)

images (1)Dizaman ini dunia telah berubah menjadi desa sejagat (global villiage) interaksi dan interkoneksi antar satu negara dengan negara lain bahkan satu desa didunia ini dengan desa lain dibumi ini sangat cepat. Ini dikarenakan lompatan teknologi informasi yang spektakuler. Dengan bermodal sebuah notbook bekas sekalipun diatas meja kerja kita bisa mengakses semua informasi apa saja dan dimana saja kecuali dikampung akhirat. Sementara itu mbah google dan mas yahoo, dan lainnya menjadi tempat bertanya dan konon paling jujur menyediakan informasi apa saja sesuai dengan selera pengguna (user). Akhir dari perjalanan itu, kita bisa bertemu dengan siapa saja melalui dunia maya itu, bahkan gaya mereka dapat ditiru sama tetapi aspal (asli tapi palsu). Maka kebanyakan orang tampil dengan pribadi tiruan juga, sedikit tipuan membuat dia beda dengan lain. Pribadi dan watak bawaan sudah mulai hilang ditelan budaya imitasi global. Anehnya, budaya tersebut semakin digandrungi ketimbang aslinnya.

Saya permah mempunyai teman kost ketika studi S3 di UIN Syahid Jakarta yang kamarnya selalu tertutup, bukanya hanya waktu makan saja. Satu ketika dia membutuhkan saya lalu disuruh ke kostnya. Saya penasaran mendatangi kostnya dengan diam-diam mengintip dijendela kaca itu. Dia sepertinya berbicara sendiri dan bergerak sendiri tanpa ada teman berbicara. Ternyata setelah masuk, di TV nya itu ada video ceramahnya Ustadz Zainuddin MZ (Allahu Yarhamhu). Katanya pada saya besok dia diundang ceramah maulid Nabi Saw di daerah Tangerang. Saya lantas menyodorkan untuk mengikuti ceramah itu. Awalnya dia berat meluluskan permintaan saya, tetapi akhirnya karena persahabatan dia mau menuruti permintaan saya. Hanya ada syarat yang harus saya penuhi, yaitu tidak boleh menceritakan pada teman-teman lain; sayapun menyanggupinya. Ternyata diatas panggung penampilan dia, mimik ceramah, gerak tubuh persis seperti Ust Zainuddin asli. Jamaah cukup terkesima dengan Ustadz Zainuddin palsu itu. Lalu undangan ceramah ditempat lain di Jakarta bak gayung bersambut. Pada satu hari dia tampil berdua dengan mubaliqh lain dari Jakarta, tempatnya di Bekasi. Karena dia pembicara terakhir jadi harus menunggu selesainya pembicara pertama. Lucunya adalah gaya dan tampilan pembicara pertama dengan materi Maulid itu sama persis seperti teman saya. Dia (teman) itu mulai kelihatan grogi dan sedikit pucat, karena ini tabligh akbar yang digelar muda-mudi Islam Bekasi. Akhirnya ketika dia tampil dipanggung sama sekali tidak ada Ustadz Zainuddin palsu materi dan gaya ceramah serta mimiknya tidak seperti saya lihat di Tangerang seminggu sebelumnya. Panitia mulai kecewa dengan penampilannya, kami dihormati alakadarnya tidak seperti dulu. Bahkan kijang yang menjemput kami, hanya diantar sampai kestasiun kereta api Bekasi dengan alasan pemilik mobilnya mau memakai mobilnya..

Saya melihat prilaku teman saya sudah mulai gelisah bahkan sedikit ketakutan kalau disebut mubaligh kaset. Dan sejak peristiwa tersebut pasarannya mulai turun drastis, bahkan sempat beredar berita di kampus bahwa teman saya itu dikatakan sebagai tukang sulap, pedagang barang imitasi dan lain sebagainya. Berita tersebut sampai ke Prof. Harun Nasution, dekan Pasca dan Dosen matakuliah pemikiran Islam. Pukulan telak buat teman saya itu langsung ditegur oleh Pof. Harun karena dianggap menipu jamaah pengajian. Dia tampak malu dan dia gak mau ceramah lagi bukan karena diundang tapi menolak, melainkan sudah tidak ada lagi yang mengundangnya. Semenjak saat itu saya melihat berubah kepribadiannya, dari suka bercanda dan menyapa menjadi pendiam. Tidak hanya itu dia sempat menuduh saya membocorkan rahasia ceramahnya. Dahulu yang saya ketemu, dia penyabar, sekarang suka marah-marah. Ternyata aspal itu hanya mempertinggi tempat jatuh untuknya, dan teman-teman sekampus sudah mulai hilang kepercayaan mereka terhadapnya. Ini kisah nyata, ironis bahkan meyesakkan dada kita melihat tipe-tipe manusia sejenis dia, diera post moderen ini.

Maka jadikan diri kita sendiri (be your self) bukan orang lain, apalagi buatan palsu menempel pada pribadi kita. Menghargai kemampuan orang lain itu baik, tetapi menghargai kemampuan sendiri adalah lebih baik. Perhatikan firman Allah “Hai orang-orang beriman janganlah dirimu; tiadalah orang-orang yang sesat itu akan memberikan mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk; Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan: (QS. Al Maidah: 105). Membaca dan memahami ayat tersebut tampaknya Allah Swt sedang berbicara dan menegur teman saya dan kita semuanya bahwa menjaga diri itu penting, apalagi sesudah mendapat petunjuk maka tampillah sebagaimana kita sendiri dengan apa adanya (must be taken for granted), jangan menyulap milik orang lain lalu di akui sebagai milik sendiri. Sebab perbuatan yang demikian itu hanyalah mempertinggi tempat jatuh sebagai yang sudah di alami teman saya itu. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga ini untuk memperbaiki kepribadian kita yang terlanjur salah.

Artikel

No Comments to “Jadikan Dirimu Sendiri (Be Your Self)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*