Home » Artikel » HIKMAH DIBALIK MUSIBAH

HIKMAH DIBALIK MUSIBAH

10 January 2014

images (7)Perjalanan hidup manusia tidak selamanya diatas. Tetapi juga kadangkala dibawah. Putaran roda kehidupan itu pasti terjadi pada manusia, dan ketika sampai putaran tersebut tidak satupun bisa menolaknya. Suka atau tidak manusia harus menerima kenyataan ini. Terpaksa atau rela terhadap kenyataan tersebut, memang demikianlah adanya. Mau tertawa atau menangis menghadapi kenyataan itupun tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan kita.

Bagi orang-orang beriman tentunya mempunyai respon yang berbeda tentang kenyataan hidup tersebut. Yaitu bersyukur ketika mendapatkan nikmat, dan bersabar di saat memperoleh musibah. Inilah respon yang paling sempurna dan berdampak positif bagi kehidupan pribadi maupun terhadap sesama. Disebut demikian karena ada ketenangan jiwa dan kedewasaan berfikir untuk tidak mengartikan musibah sebagai sebuah kedzaliman, dan nikmat tidak selamanya sebagai nikmat pula. Adakala nikmat bisa membawa kesengsaraan, dan kesengsaraan juga bisa membawa nikmat. Disinilah perlunya ketenangan jiwa dan kedewasaan berfikir untuk merespon itu semuanya supaya ada keadilan hidup. Karena sering kali orang memandang nikmat itu hanya mendatangkan kebaikan semata padahal kenyataannya banyak orang jatuh tertimpa tangga setelah mendapatkan nikmat. Demikian pula musibah yang disangka orang membawa kesengsaraan semata, ternyata banyak orang menjadi lebih baik setelah memperoleh musibah tersebut. Ini artinya bahwa di dalam nikmat ada musibah dan di dalam musibah ada kebaikan. Karenanya itu kita tidak boleh berburuk sangka (su aldzan) terhadap apa yang dipergilirkan Allah kepada kita. Dan seharusnya kita berbaikan sangka (husn aldzan) terhadap semua pemberian-Nya. Sikap seperti ini perlu mengintegrasi dalam diri kita sehingga membentuk kepribadian yang utuh, bukan kepribadian yang terbelah (split personality). Atau dalam bahasa agama semuanya itu ada hikmahnya masing-masing. Oleh karena itu upaya kita adalah mengambil hikmah memetik pelajaran terhadap semua kejadian tersebut. Dan kalau kita bisa melakukan itu sesungguhnya kita mendapatkan kebaikan yang banyak (baca : QS. Al-Baqarah : 269). Dari sini pulalah kita meyakini bahwa tidak sia-sia Allah menciptakan sesuatu untuk makhluk-Nya termasuk memberi nikmat dan mendatangkan musibah.

Persoalan kita adalah seseorang ketika mendapatkan nikmat yang muncul dalam pemikirannya, nikmat itu sebagai kesenangan semata, padahal tidak demikian. Atau seseorang mendapatkan musibah itu hanya kesengsaraan semata padahal tidak demikian adanya. Merubah pemikiran yang tidak adil ini perlu keberanian. Yaitu mengalahkan rasa buruk sangka dan menggantinya dengan baik sangka. Ini sangat penting agar dapat memproteksi diri kita dari tudingan Tuhan tidak adil memperlakukan hamba-Nya. Karena menuding Tuhan tidak adil itu adalah sebuah kedzaliman yang tidak patut dilakukan oleh manusia yang sudah diberi hidayah berupa dan agama. Akan tetapi kenyataannya masih ada manusia yang melakukan tudingan tersebut. Dan kalau kita bertanya siapa mereka? (Who is them). Jawabnya adalah siapa saja yang tidak bersyukur, dan suka kufur. Mereka inilah selalu memutarbalikkan satu kejadian dengan kejadian yang lain dalam porsi yang serba negatif ketimbang positif. Kalau dalam satu rumah tangga atau negara masih ada orang-orang seperti ini, maka tidak akan ada ketenangan apalagi kebahagiaan. Karena sesungguhnya mereka sedang menegakkan yang munkar dan merusak yang ma’ruf. Perhatikanlah firman Allah : “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran : 104). Semoga dengan petunjuk ayat tersebut kita bisa menjadi orang-orang yang suka dengan segala kebaikan sekaligus juga mengabaikan segala yang buruk. Insya Allah.

Artikel

6 Comments to “HIKMAH DIBALIK MUSIBAH”

  1. Allah itu Maha Adil, dan implementasi keadilan Allah SWT kadangkala belum terjangkau oleh akal manusia. Sepakat, prof! :)

  2. Assalamualaikum.

    Merupakan suatu kenikmatan adalah atas musibah yang Allah timpahkan kepada kita.

    Musibah terakhir adalah “MELETUSNYA GUNUNG KELUD” Agar kita segera kembali kepada Allah.

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*