Home » Artikel » HIDUP ADALAH PILIHAN

HIDUP ADALAH PILIHAN

16 January 2014

unduhanHidup adalah satu peristiwa yang menyangkut pilihan. Terlampau banyak hidangan hidup yang ada di hadapan kita. Mulai dari halal sampai haram, haq hingga bathil dan salah sampai yang benar. Kita harus memilih satu diantara semuanya itu atau tidak sama sekali? Adalah sesuatu yang mustahil kalau tidak sama sekali karena akan membuat identitas diri menjadi tidak jelas alias tidak mempunyai kepribadian.

Di dalam agama ada terminologi  “iman” dan “kafir” dengan segala konsekuensi logisnya. Memilih menjadi orang beriman, berarti mempunyai konsekuensi untuk menaati semua perintah agama dan meninggalkan semua larangan-Nya. Ini adalah pilihan logis sesudah beriman, sehingga kita pun harus rela dan ikhlas menjalaninya. Tanpa kerelaan, maka yang muncul kemudian adalah keterpaksaan hidup sebagai orang beriman. Dan ujung dari keterpaksaan itu bukan mustahil membentuk kepribadian menjadi tidak otentik. Yaitu pribadi yang tidak sejalan antara kata dengan perbuatan. Sedangkan iman membentuk pribadi otentik, pribadi yang sejalan antara kata dengan perbuatan. Seharusnya semua orang beriman itu otentik. Tetapi dalam kenyataan tidak demikian. Masih terdapat sejumlah perilaku menyimpang (anomali) di dalam kehidupan. Bahkan terkadang penyimpangannya lebih besar daripada ketaatannya. Keadaan seperti ini terus terjadi sehingga kepribadian orang beriman itu menjadi warna pelangi, berubah sesuai dengan musim. Padahal yang demikian itu telah mencederai iman kita,  kalau tidak dikatakan mengurangi iman.

Berbeda dengan orang-orang kafir, bagi mereka bisa semuanya. Karena ukuran pilihan mereka bermuara kepada pemenuhan kebutuhan syahwat. Sehingga menabrak semua rambu-rambu agama, bagi mereka adalah lumrah. Yang penting bagi mereka adalah keinginan syahwat dapat terpuaskan. Bagi mereka hidup di dunia ini untuk kepuasan syahwat. Sehingga segala jalan untuk mendapatkan kepuasan tersebut ditempuhnya. Tidak peduli halal, haram, haq, bathil, salah, benar, buat mereka berlaku kaidah “nopo-nopo kemawon kerso” apa saja dapat atau “kullu syai’in al ibahah” segala sesuatu boleh. Karena tidak salah Rasulullah SAW pernah bersabda “Al dun-ya sijn al mukminin, wa jannah al kafirin : dunia adalah penjara bagi orang beriman dan “surga” bagi orang kafir”. Maka hadist ini harus difahami orang-orang beriman itu tidak sebebas orang kafir, sementara orang kafir itu bebas sebebas-bebasnya. Aatau dengan pengertian lain : orang beriman mengenal halal dan haram, boleh dan tidak, sementara orang kafir tidak mengenal itu semua.

Ada kenyataan yang membuat hati kita menjadi miris bahwa ternyata orang-orang kafir lebih banyak dari orang beriman. Sehingga cara pandang mereka, bahkan pilihan mereka juga berimbas pada orang-orang beriman. Yang paling mengharukan adalah sebagian orang yang meng-klaim dirinya sebagai orang yang beriman tapi cara-cara hidup dan pilihan mereka seperti orang-orang kafir. Jadi istilah mukmin sekedar tempelan untuk konsumsi publik, bukan sejatinya mukmin. Mereka telah melakukan aksi rekayasa simbolik dan mengggadaikan iman dengan kepuasan syahwat. Kita menyaksikan itu dalam kehidupan sehari-hari diantara kita. Peristiwa-peristiwa tersebut sudah menjadi tontonan harian kita. Lalu bagaimana sikap kita? Paling tidak mendoakan mereka agar segera kembali ke jalan yang benar atau mungkin mengingat mereka dengan cara-cara yang santun. Itulah kewajiban minimum kita terhadap mereka sebagi saudara kita. Kita ingin saudara-saudara kita tidak menjadi objek penipuan syaitan, sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu, lantaran (meminum) khamar (arak) dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). Mari kita baca dan fahami benar-benar lalu sampaikan dengan hati yang tulus dan cara-cara yang santun pada saudara kita yang sedang terlanjur memilih jalan yang salah dengan harapan doa semoga kita dan mereka bersama-sama menjadi orang-orang shalih sesudah beriman. Amin

Artikel

No Comments to “HIDUP ADALAH PILIHAN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*